Jumat, 22 Mei 2015

Jerome Boateng Dan Robert Lewandowski Mulai Bergelut

Jerome Boateng Dan Robert Lewandowski Mulai Bergelut


Di tengah-tengah laju buruk Bayern Munich, Jerome Boateng dan Robert Lewandowski malah bertengkar dalam suatu sesi latihan. Namun begitu, Boateng mengungkapkan bahwa itu hanya insiden biasa.

Insiden tersebut terjadi setelah kedua pemain bertubrukan dalam latihan yang digelar Rabu (20/5/2015). Boateng yang tidak senang dengan tekel keras Lewandowski kemudian mengkonfrontasi striker asal Polandia itu. Mendapat reaksi tak menyenangkan dari rekan setimnya itu, Lewandowski juga tak tinggal diam.

Sejumlah pemain Bayern seperti Rafinha, Mehdi Benatia, dan sang kapten Philipp Lahm langsung melerai keduanya. Mereka dengan cepat memisahkan Boateng dan Lewandowski sebelum keduanya terlibat kontak fisik lebih lanjut.

Pelatih Josep Guardiola tak senang dengan kejadian itu dan memerintahkan kedua pemainnya itu untuk meninggalkan lapangan dan kembali ke ruang ganti.

“Itu hanya bagian dari sepakbola,” kata bek Bayern itu yang dikutip ESPNFC. “Anda tidak ingin kalah, orang lain juga tidak ingin kalah, dan dalam satu momen Anda merasa diperlakukan kurang adil, dan orang lain juga merasa demikian dan kalian lalu bertengkar.”

“Itu juga terjadi dalam banyak pertandingan — ini bagian dari sepakbola dan kita semua tahu bagaimana cara memandangnya,” imbuh Boateng.

Setelah mengunci titel juara Bundesliga, Bayern justru kalah di tiga pertandingan berturut-turut sehingga yang melahirkan anggapan bahwa mereka sudah kehilangan gairahnya.
Tapi Boateng menilai perselisihannya dengan Lewandowski malah memperlihatkan bahwa Bayern masih memiliki semangat.

“Kami masih bersemangat saat latihan. Orang-orang menglaim kami sudah dalam mood berlibur dan itu salah. Kami belum memikirkan soal liburan kok. Terus terang, aku tidak senang dengan anggapan tersebut,” ujar dia.

Bayern akan mencoba mengakhiri rentetan kekalahan sekaligus menutup musim ini dengan positif, saat menjamu Mainz di laga pamungkas Bundesliga pada Sabtu (23/5) malam WIB.

Juventus Masih Mempunyai Misi

Juventus Masih Mempunyai Misi


Juventus mempunyai satu misi saat menjamu Napoli di lanjutan Liga Italia akhir pekan ini. Bianconeri berhasrat memperpanjang catatan tak terkalahkan saat berlaga di kandang.

Hasil laga di Juventus Stadium, Sabtu (23/5/2015), memang sudah tak berpengaruh pada posisi The Old Lady di klasemen Serie A. Mereka sudah memastikan diri meraih gelar juara.

Tapi, Juve yang sudah tak pernah kalah dalam 46 laga terakhir di kandang tetap akan melakoni pertandingan dengan sungguh-sungguh. Rinciannya, mereka menang 41 kali dan cuma memetik hasil imbang lima kali.

Misi untuk memperpanjang rekor apik itu diungkapkan sendiri oleh pelatih Juve, Massimiliano Allegri.

“Laga kami besok saat melawan Napoli tidak akan berpengaruh apapun soal Scudetto, tapi itu bakal dihitung dalam catatan tak terkalahkan di kandang,” kata Allegri di Football Italia.

“Dan itu penting karena kami harus beramain bagus dari sudut pandang teknis,” imbuhnya.

Catatan statistik sendiri menunjukkan bahwa Juve memang lebih superior saat menjamu Napoli di Liga Italia. Partenopei cuma menang sekali saat melakoni pertandingan di hadapan Juventini dalam 17 lawatan terakhir. Juve mampu menang sebanyak 11 kali, dan lima laga lainnya berakhir seri.

Jose Mourinho Anggap Trofi Tak Penghargaan Pribadi

Jose Mourinho Anggap Trofi Tak Penghargaan Pribadi


Meski terpilih sebagai Manajer Terbaik Premier League 2014/2015, Jose Mourinho menganggap trofi tersebut bukan sebuah penghargaan pribadi. Mourinho menyebut semua orang di Chelsea ikut berhak atas capaian tersebut.

Atas suksesnya mengantar Chelsea merebut dua gelar juara musim ini, Mourinho beberapa jam lalu dianugrahi penghargaan Manajer Terbaik Premier League 2014/2015.
Dia mengalahkan Garry Monk, Ronald Koeman, Arsene Wenger dan Nigel Pearson yang jadi kandidat meraih penghargaan tersebut.

Dalam konferensi pers jelang laga Chelsea dengan Sunderland di akhir pekan ini, Mourinho menyebut kalau dia sama sekali tidak berharap dapat penghargaan tersebut. Apalagi di sepanjang musim dia sama sekali tidak pernah terpilih sebagai manajer terbaik bulanan.

“Saya tidak berharap mendapatkannya, saya tidak pernah terpilih sebagai Manajer Terbaik Bulanan, tapi saya senang mendapatkannya,” ucap Mourinho.

“Itu trofi untuk klub, bukan individual. Itu untuk saya, untuk asisten saya, pemain saya dan semua orang yang bekerja bersama saya. Itu bukan sesuatu yang bisa Anda dapatkan sendirian,” lanjut sang manajer di situs resmi klubnya.

Penghargaan Manajer Terbaik menyempurnakan musim Mourinho setelah dia mengantar The Blues memenangi Premier League dan Piala Liga Inggris.

“Itu menyempurnakan apa yang sudah saya dapatkan. Premier League adalah yang utama, tapi tentu saja menjadi manajer terbaik adalah hal yang menyenangkan,” ujar dia.
Na dia voafidy ho ny tsara indrindra Premier League Manager 2014/2015, Jose Mourinho mihevitra ny amboara dia tsy mari-pankasitrahana manokana. Mourinho miantso ny olona rehetra ao amin'ny Chelsea hiara-mitondra ny lohateny hoe ireo zava-bita.

Ny fahombiazan'ny namonjy Chelsea nahazo anaram-boninahitra roa vanim-potoana io, Mourinho ora vitsy lasa izay dia nahazo Premier League Manager Best 2014/2015. Ary nandresy Garry Monk, Ronald Koeman, Arsène Wenger ary Nigel Pearson, izay lasa ny kandidà nahazo ny mari-pankasitrahana.
Nandritra ny valan-dresaka mialoha ny lalao Chelsea amin'ny Sunderland amin'ny faran'ny herinandro, Mourinho niantso raha tsy miandrandra ny mari-pankasitrahana. Ankoatra izany, nandritra ny fotoana tsy ary voafidy ho ny tsara indrindra mpitantana isam-bolana.
"Tsy manantena ny hahazo izany, na oviana na oviana aho voafidy ho ny tsara indrindra amin'ny volana Manager, fa faly aho ny hahazo izany", hoy i Mourinho.
"Zava-amboara ho an'ny fikambanana, fa tsy ny olona. Izany dia ho ahy, noho ny mpanampy, ny mpilalao sy izay rehetra niara-niasa tamiko. Fa tsy zavatra afaka irery, "nanohy ny mpitantana ny fikambanana amin'ny tranonkala ofisialin'ny.
Manager loka Best Mourinho fotoana hanatsarana taorian'ny nitarika ny Blues nahazo ny Premier League sy League Cup.
"Tsy tanteraka izay efa nahazo. Premier League no tena tena, fa mazava ho azy satria ny tsara indrindra dia mahafinaritra mpitantana zavatra, "hoy izy.

Carlo Ancelotti Menyusul Kegagalan Real Madrid

Carlo Ancelotti Menyusul Kegagalan Real Madrid


Masa depan Carlo Ancelotti dispekulasikan menyusul kegagalan Real Madrid di tiga ajang yang diikuti. Don Carlo mengungkapkan keinginannya untuk terus melatih skuat Los Merengues.

Madrid sudah dipastikan gagal meraih trofi Liga Champions, Copa del Rey, dan juga La Liga musim ini. Juara Liga Spanyol berhasil disabet Barcelona. Rival abadi El Real itu juga bisa meraih treble karena menjejak final di Liga Champions dan Copa del Rey.

Akibat kegagalan musim ini, posisi Ancelotti di Madrid dikabarkan terancam. Dia bahkan dispekulasikan akan balik ke Italia untuk melatih AC Milan.

Madrid sendiri sudah dikait-kaitkan dengan Rafael Benitez. Pelatih yang kini masih menangani Napoli itu disebut-sebut menjadi pilihan pertama Florentino Perez untuk menangani Madrid musim depan.

Soal masa depannya, Ancelotti mengaku masih belum berbicara dengan pihak klub. Dia yang berhasrat bertahan di Santiago Bernabeu, juga mengaku punya hubungan baik dengan Perez.

“Saya masih belum berbicara dengan klub, sebaliknya juga klub belum berbincang dengan saya. Saya masih merasa bahwa diri saya sebagai pelatih Real Madrid sampai klub mengatakan sebaliknya,” kata Ancelotti di Football Italia.

“Di hari Minggu atau Senin, kami akan melakukan pertemuan. Jadi, kami bisa membicarakan bakal seperti apa masa depan saya dan begitu juga untuk klub. Jika saya bertahan, maka itu fantastis. Karena itu yang saya inginkan.”

“Ada banyak kepindahan pelatih. Saya kaget bahwa ada banyak orang terkejut dengan hal itu. Saya selalu mempunyai hubungan baik (dengan presiden klub Florentino Perez), tapi sekarang dia harus membuat keputusan penting,” tambahnya.

Carlo Ancelotti's future following the failure speculated Real Madrid in three competitions which followed. Don Carlo expressed his desire to continue to train the squad Los Merengues.
Madrid has certainly failed to win the Champions League trophy, the Copa del Rey, and also La Liga this season. Spanish champions Barcelona managed disabet. Eternal rivals Real Madrid was also able to achieve the treble as the final track in the Champions League and Copa del Rey.
Due to the failure of this season, Ancelotti position in Madrid reportedly threatened. He even speculated will return to Italy to coach AC Milan.
Madrid itself has been linked with Rafael Benitez. Coach who is still dealing with Napoli was touted to be the first choice of Florentino Perez to handle Madrid next season.
About his future, Ancelotti admits that they have not spoken with the club. He who desires to survive in the Santiago Bernabeu, also claimed to have a good relationship with Perez.
"I still have not spoken with the club, the reverse is also the club has not talked to me. I still feel that myself as coach of Real Madrid until the club says otherwise, "Ancelotti said on Football Italia.
"On Sunday or Monday, we will have a meeting. So, we can talk about what the future would be like me and so also for the club. If I survive, then it's fantastic. Because that's what I want. "
"There are many removals coach. I was surprised that there were a lot of people are surprised by it. I always had a good relationship (with club president Florentino Perez), but now he had to make important decisions, "he added.

Toekomstige Carlo Ancelotti se ná die mislukking bespiegel Real Madrid in drie kompetisies wat gevolg word. Don Carlo het sy begeerte om voort te gaan om die groep Los Merengues lei.
Madrid het beslis nie die Champions League-trofee, die Copa del Rey wen, en ook La Liga hierdie seisoen. Spanish kampioene Barcelona bestuur disabet. Ewige teenstanders Real Madrid was ook in staat om die sopraan as die finale snit in die Champions League en Copa del Rey te bereik.
As gevolg van die mislukking van die seisoen, Ancelotti posisie in Madrid berig bedreig. Hy het selfs bespiegel sal terugkeer na Italië afrig AC Milan.
Madrid self is in verband met Rafael Benitez. Afrigter wat nog besig met Napoli was touted om die eerste keuse van Florentino Perez na Madrid volgende seisoen te hanteer.
Oor sy toekoms, Ancelotti erken dat hulle nie gespreek met die klub. Hy wat wil om te oorleef in die Santiago Bernabeu, beweer ook 'n goeie verhouding met Perez het.
"Ek het nog nie gepraat met die klub, die omgekeerde is ook die klub het nie met my gepraat. Ek voel dat my nog as afrigter van Real Madrid tot die klub anders sê, "Ancelotti gesê Football Italia.
"Op Sondag of Maandag, sal ons 'n vergadering nie. So, kan ons praat oor wat die toekoms sal wees soos ek en so ook vir die klub. As ek oorleef, dan is dit fantasties. Want dit is wat ek wil hê. "
"Daar is baie verskuiwings afrigter. Ek was verbaas dat daar 'n klomp mense is verras deur dit. Ek het altyd 'n goeie verhouding (met klub president Florentino Perez), maar nou moes hy belangrike besluite te neem, "het hy bygevoeg.

Mangsa Carlo Ancelotti candhakipun Gagal speculated Real Madrid ing telung perlombaan kang mèlu. Don Carlo ditulis kepinginan kanggo terus kanggo nglatih regu Los Merengues.
Madrid wis mesthi gagal menang piala Champions League, Copa del Rey, lan uga La Liga musim iki. Juara Spanyol Barcelona ngatur disabet. Musuh langgeng Real Madrid uga bisa kanggo entuk treble minangka trek final ing Liga Champions lan Copa del Rey.
Amarga Gagal mangsa iki, posisi Ancelotti ing Madrid kabaripun kaancam bakal punah. Malah speculated bakal bali Italia kanggo pelatih AC Milan.
Madrid dhewe wis disambung karo Rafael Benitez. Pelatih sing isih dealing with Napoli iki dipunsebat-sebat dadi pilihan pisanan Florentino Perez kanggo nangani Madrid mangsa sabanjuré.
About mangsa kang, Ancelotti ngakoni padha ora ngandika karo klub. Kang kepinginan kanggo urip ing Santiago Bernabeu, uga ngaku duwe hubungan apik karo Perez.
"Aku isih durung ngandika karo klub, kosok wangsulipun ugi klub wis ora ngedika kanggo kula. Aku isih aran sing aku minangka pelatih Real Madrid nganti klub ngandika digunakake, "ngandika Ancelotti ing bal-balan Italia.
"On Minggu utawa Monday, kita bakal duwe rapat. Dadi, kita bisa pirembagan bab apa mangsa bakal kaya kula lan uga kanggo klub. Yen aku urip, banjur iku Fantastic. Amarga sing aku pengin. "
"Ana akeh removals pelatih. Aku kaget ana akèh wong sing kaget dening iku. Aku tansah kagungan hubungan apik (karo klub presiden Florentino Perez), nanging saiki wis kanggo pancasan penting, "kang ditambahake.